• Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Contact

Sengkring Punya

There a Will, There A Way!!

  • Home
  • HOME
  • ME
    • Facebook
    • Twitter
    • Google Plus
  • MENU
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/presiden-yang-terlupakan.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/happy-valentines-day.html>http://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/sejarah-letusan-gunung-kelud.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/program-freemasonry-illuminati.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/conditional-sentence-type-i-ii-iii.html'Pengetahuan
    • Almamater
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/terjemahan-lagu-muse-uprising.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/riska-afrilia-pemilik-hati-peserta.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/anti-illuminati-by-muse.html'>Lain-lain
  • LABEL
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/presiden-yang-terlupakan.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/happy-valentines-day.html>http://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/sejarah-letusan-gunung-kelud.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/program-freemasonry-illuminati.html'>Pengetahuan Umum
    • href='lhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/conditional-sentence-type-i-ii-iii.html'>Pengetahuan akademis
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/my-almamater.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/cyber-pongid.html'>Almamater
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/terjemahan-lagu-muse-uprising.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/riska-afrilia-pemilik-hati-peserta.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/anti-illuminati-by-muse.html'>Lain-lain
  • Menu
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/presiden-yang-terlupakan.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/happy-valentines-day.html>http://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/sejarah-letusan-gunung-kelud.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/program-freemasonry-illuminati.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/conditional-sentence-type-i-ii-iii.html'>Pengetahuan
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/my-almamater.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/cyber-pongid.html'>Almamatert
    • href='http://riskyeka97.blogspot.com/2014/01/terjemahan-lagu-muse-uprising.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/riska-afrilia-pemilik-hati-peserta.htmlhttp://riskyeka97.blogspot.com/2014/02/anti-illuminati-by-muse.html'>Lain-lain
  • Statis
Home » Pengetahuan » Sejarah Letusan Gunung Kelud » Sejarah Letusan Gunung Kelud

Sejarah Letusan Gunung Kelud

Posted by Sengkring Punya
Add Comment
Pengetahuan, Sejarah Letusan Gunung Kelud
Jumat, 14 Februari 2014
             GUNUNG KELUD    
Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti "sapu" dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot,Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antaraKabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.
Ketinggian1.731 m (5,679 kaki)


Lokasi
LokasiJawa Timur, Indonesia
Koordinat7,93°LS 112,308°BT
Lebih dari 30 letusan telah direkam dalam sejarah. letusan Kelud.  Tahun 1000 M adalah yang paling tua dalam catatan historis dari letusan untuk keseluruhan kepulauan Indonesia. Sejak 1300 M, periode dari tenang antar letusan terbentang dari 9 sampai 75 tahun  (Kusumadinata, 1979, Thouret al. 1998). Pada abad 20, letusan terjadi di 1901, 1919, 1951, 1966 dan 1990. Semua letusan yang terbaru ini sangat yang serupa dan ditandai oleh suatu jangka waktu yang sangat pendek ( beberapa jam) dan suatu volume yang rendah dari produk yang bisa meletus ( 0.1-0.2km3) dengan VEI = 3-4.
Aktivitas letusan umumnya dimulai dengan suatu ledakan freatik yang diikuti oleh suatu letusan plinian pendek/singkat dengan kolom kerucut terbalik yang mencapai ketinggian dari lebih dari 10 km. Letusan ini yang memproduksi lahar yang merusak, serta letusan piroklastik yang memproduksi abu vulkanik.


Sebaran abu vulkanik pada letusan 1901 dan 1919 dari gunung api Kelud. Diadaptasikan Dari Kemmerling ( 1921). Pada letusan 1919, abu vulkanik terbagi dua. Awan abu yang berketinggian lebih rendah tersebar ke timur sampai sejauh Bali dan awan abu yang lebih tinggi tersebar ke Barat.
Lahar dan drainase danau kawah
Lahar primer (lahar setelah letusan) sangat sering terjadi pada Kelud dan diproduksi oleh ledakan yang hebat dari perairan dari danau kawah/kepundan. Tetapi Kelud juga cenderung menghasilkan lahar sekunder (i.e. tidak secara langsung berhubungan dengan suatu letusan) karena lereng gunung mudah tergerus oleh hujan yang melimpah dan oleh karena kehadiran dari material pyroclastic yang melimpah dan lepas ( Thouret et al, 1998). Area yang paling terekspos adalah lereng barat ( lahar Gedok) dan barat daya ( lahar Badak) karena dinding kepundan yang lebih rendah di sisi barat. Lahar primer sangat merusak dan mengakibatkan sebagian besar kematian  sampai volume dari danau dikurangi oleh suatu sistem drainase.
Sebelum 1875, volume dari perairan danau mencapai sekitar 78 juta m3. Tahun 1875, suatu bencana yang tidak berhubungan dengan aktivitas vulkanis terjadi. Hujan lebat menjebol lubang kepundan mengakibatkan air danau tumpah ke lereng barat daya menghasilkan lahar sepanjang  13 km yang merusak wilayah Srengat. Setelah bencana ini, volume dari danau dikurangi menjadi 40 juta m3.

Letusan 1919

Letusan ini termasuk yang paling mematikan karena menelan korban 5.160 jiwa , merusak sampai 15.000 ha lahan produktif karena aliran lahar mencapai 38 km, meskipun di Kali Badak telah dibangun bendung penahan lahar pada tahun 1905[3]. Selain itu Hugo Cool pada tahun 1907 juga ditugaskan melakukan penggalian saluran melalui pematang atau dinding kawah bagian barat. Usaha itu berhasil mengeluarkan air 4,3 juta meter kubik[4].
Karena letusan inilah kemudian dibangun sistem saluran terowongan pembuangan air danau kawah, dan selesai pada tahun 1926. Secara keseluruhan dibangun tujuh terowongan. Pada masa setelah kemerdekaan dibangun terowongan baru setelah letusan tahun 1966, 45 meter di bawah terowongan lama. Terowongan yang selesai tahun 1967 itu diberi nama Terowongan Ampera. Saluran ini berfungsi mempertahankan volume danau kawah agar tetap 2,5 juta meter kubik.

Letusan 1990

Letusan 1990 berlangsung selama 45 hari, yaitu 10 Februari 1990 hingga 13 Maret 1990. Pada letusan ini, Gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik. Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung itu.

Letusan ini sempat menutup terowongan Ampera dengan material vulkanik. Proses normalisasi baru selesai pada thaun 1994.

Letusan 2007

Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status "awas" (tertinggi) dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.
Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.
Akibat aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah Kelud dengan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus "tumbuh" hingga berukuran selebar 100 m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.
Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada tanggal 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi "siaga" (tingkat 3).
Danau kawah Gunung Kelud praktis "hilang" karena kemunculan kubah lava yang besar. Yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh berwarna kecoklatan di sisi selatan kubah lava.

Letusan 2014

Letusan 2014 telah dideteksi oleh PVMBG dan ditanggapi dengan peningkatan status menjadi Waspada (level II). Pada tanggal 10 Februari status meningkat menjadi Siaga (Level III), dan persiapan-persiapan mengenai kebencanaan telah mulai dilakukan. Kawasan seputar 5 km dari titik puncak kawah telah disterilkan dari kegiatan manusia. Pada tanggal 13 Februari pukul 21 diumumkan status bahaya tertinggi, Awas (Level IV), sehingga radius 10 km dari puncak harus dikosongkan dari manusia. Belum sempat pengungsian dilakukan, pada pukul 22.50 telah terjadi letusan tipe ledakan (eksplosif).Peningkatan aktivitas Gunung Kelud mulai terjadi di akhir tahun 2013 . Pada 10 Februari 2014, Gunung Kelud dinaikkan statusnya menjadi Siaga dan kemudian Awas pada 13 Februari 2014 pukul 21.15 WIB Erupsi tipe eksplosif seperti pada tahun 1990 (pada tahun 2007 tipenya efusif, yaitu berupa aliran magma) diprediksikan akan terjadi setelah hujan kerikil yang cukup lebat dirasakan warga di wilayah Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur, lokasi tempat gunung berapi yang terkenal aktif ini berada, bahkan hingga kota Pare, Kediri. Wilayah Wates dijadikan tempat tujuan pengungsian warga yang tinggal dalam radius sampai 10 kilometer dari kubah lava menurut rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG). Gemuruh aktivitas gunung juga sesekali terdengar hingga wilayah Kabupaten Jombang. Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai Kabupaten Ponorogo. Di daerah Madiun dan Magetan jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor atau mobil hanya sekitar 3-5 Meter karena turunnya abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud tersebut sehingga banyak kendaraan bermotor yang berjalan sangat pelan-pelan . Di sisi lain banyak pengguna kendaraan atau warga di sekitar Kota Madiun yang terganggu akibat Erupsi tersebut.

Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga kota Solo dan Yogyakarta (200 km), bahkan Purbalingga (lebih kurang 300 km), Jawa Tengah.


0 Response to "Sejarah Letusan Gunung Kelud"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Entri Populer

  • Menghargai Kerja Sama dan Perjanjian Internasional yang Bermanfaat Bagi Indonesia
    A . Bentuk-Bentuk Kerjasama dan Perjanjian Indonesia dengan Negara Lain 1.       Kerjasama Bilateral Adalah bentuk kerjasama yang hany...
  • Arti lirik lagu You don't even know me - mocca
    It's a hell of a ride Ini adalah tumpangan neraka I know it's not easy Aku tahu itu tidak mudah But its worth a try Tet...
  • Presiden Yang "Terlupakan"
    Preseiden Indonesia yang "Belum" Tercatat Sejarah Hari ini saya akan kita bahas mengenai Sejarah perkembangan Indonesia pasc...

POSTING TERBARU

POPULAR POSTS

  • Arti lirik lagu You don't even know me - mocca
    It's a hell of a ride Ini adalah tumpangan neraka I know it's not easy Aku tahu itu tidak mudah But its worth a try Tet...
  • 271311
    Saat berfikir sebuah kebaikan Mencari sebuah hal yang tak dapat diraih Disanalah ku belajar lewat jalan sulit lalu ku coba raih itu    ...
  • ANTI - ILLUMINATI by : MUSE
  • Terjemahan lagu MUSE-UPRISING
    UPRISING Paranoia  is in bloom  Ketakutan sedang melanda   The PR transmissions will resume   Pengiriman humas akan membuktikannya   ...
  • CYBER PONGID
    CERITA KAMI                                  ya, itulah semua hal yang melelahkan untuk dijabarkan. mungkin tak selama dan tak tera...
  • Menghargai Kerja Sama dan Perjanjian Internasional yang Bermanfaat Bagi Indonesia
    A . Bentuk-Bentuk Kerjasama dan Perjanjian Indonesia dengan Negara Lain 1.       Kerjasama Bilateral Adalah bentuk kerjasama yang hany...
  • Riska Afrilia - Pemilik Hati - Peserta Audisi indonesian IDOL 2014
  • CONDITIONAL SENTENCE TYPE I, II, III
    CONDITIONAL SENTENCE TYPE I, II, III Conditinal sentence merupakan complex setence (kalimat kompleks) yang terdiri dari subordinate cl...
  • Makanan Khas Blitar
    Blitar, kota kecil yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di barat Kab.Malang, selatan Kab.Kediri dan berbatasan langsung dengan Samudera H...
  • Presiden Yang "Terlupakan"
    Preseiden Indonesia yang "Belum" Tercatat Sejarah Hari ini saya akan kita bahas mengenai Sejarah perkembangan Indonesia pasc...

Footer Text

Back to top!
Copyright (c) 2014 Sengkring Punya. All Rights Reserved New Fastest Magz Template by CB Blogger. Powered by Blogger.